Serunya Kenduren Durian

Perwakilan 9 Desa sedang Mengarak Duren

Perwakilan 9 Desa sedang Mengarak Duren

Durian, siapa yang tidak kenal buah legendaris ini. Selain aromanya yang khas, rasanya juga membuat ketagihan. Bagaimana jika durian dijadikan kenduren? Yah, pesta durian. Terdapat lautan buah bulat seperti landak ini sejauh mata memandang. Banyak pengunjung meraikan. Bukan hanya ingin mencicipi beraneka ragam  rasa durian. Tapi juga ikut larut dalam semaraknya pesta rakyat ini.

Acara yang bertajuk “kenDuren Wonosalam 2016” ini tahun ini kembali digelar. Kegiatan ini agenda rutin tahunan yang diprakarsai muda-mudi Wonosalam dan sekitarnya. Tahun ini merupakan acara yang kelima sejak pertama kali digelar pada 2012 lalu. Pada perhelatan tahun ini, ada sekitar 2016 buah durian yang merupakan produk pertanian unggulan Kecamatan Wonosalam dan siap disusun menjadi tumpeng raksasa untuk dinikmati para pengunjung secara gratis.

Acara ini digelar sebagai bentuk upaya warga untuk mendongkrak wisata di kabupaten Jombang khususnya di kecamatan wonosalam. Bertempat di lapangan kecamatan Wonosalam. Lokasi yang mampu menampung ribuan pengungjung yang datang dari warga kabupaten jombang sendiri maupun warga dari berbagai daerah yang ada di jawa timur seperti Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Kediri dan Blitar. Acara ini diikuti oleh 9 desa yang ada di wonosalam dengan setiap desa membawa arak-arakan hasil bumi desa masing-masing.

Durian Khas Wonosalam

Durian Khas Wonosalam

Selain pesta kenduri durian juga ada rangkaian acara lainnya yang mengiringi. Acara ini dilaksanakan jauh hari sebelum acara utama. Tentu acaranya tak kalah menarik dari acara utamanya yang dihelat pada Minggu, 27 Maret 2016. Mulai aksi tanam pohon durian, festival jaranan sampai musik “Jazz Kampoeng Djawi” yang akan dilaksanakan di Dusun Gondang, Desa Carangwulung, salah satu desa penghasil kopi legendaris sejak jaman Belanda dan penghasil kopi ekselsa yang eksotis.

Durian atau duren menjadi salah satu produk khas Wonosalam, sebuah wilayah di Kabupaten Jombang banyak terdapat tempat wisata alam yang sangat bagus. Ada yang menarik dari daerah ini dan duriannya, yaitu setiap tahun diadakan secara rutin acara makan durian secara gratis sebagai upaya untuk mengenalkan sektor pariwisata di daerah wonosalam, yang mereka sebut dengan nama kenduren, diambil dari kata kenduri yang acara perjamuan makan untuk memperingati sesuatu dan duren yang berarti durian. Nanti bukan makanan seperti hajatan yang berupa nasi dan lauk serta berbagai jajanan, melainkan buah durian.

Suasana Warga Sedang Rebutan Durian

Suasana Warga Sedang Rebutan Durian

Selain buah durian wonosalam juga penghasil sayuran dan buah-buahan lainnya seperti manggis, salak, rambutan, kopi excelso ( asisa ), robusta & kopi luwak. dan banyak juga tempat-tempat wisata alamnya. (Hendry AC)
Sejak pagi, bahkan mungkin sejak semalam, ribuan buah durian yang ditata pada kerangka yang terbuat dari kayu dan bambu berbentuk gunungan atau tumpeng raksasa dengan ketinggian sekitar 7 meter tersebut telah diletakaan di tengah lapangan.

Tumpeng raksasa ini memang terbuat dari buah durian dengan berbagai “aksesoris” produk pertanian lokal dan unggulan Wonosalam lainnya seperti buah salak, pisang, rambutan, alpokat, petai dan sebagainya. Untuk menghindari kekacauan seperti tahun sebelumnya, panitia dan beberapa personel keamanan mengantisipasi dengan menjaga mengelilingi tumpeng raksasa itu. Juga dibuat pagar besi pembatas berjarak sekitar 5 meter dari titik atau kaki tumpeng raksasa itu. (Hendry AN)

Leave a Reply