Geliat Ekonomi Kreatif, Keniscayaan

Konsep ekonomi selalu bergerak mencari bentuk baru menyesuaikan perkembangan ruang dan waktu. Sebagai bukti bahwa kehidupan manusia itu dinamis. Tak terkecuali gong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang tumpah di percaturan ekonomi Asia Tenggara. Siap menjadi penarik gerbong kemajuan ekonomi bagi Negara yang siap. Atau sebaliknya, menggilas Negara yang hanya mengucapkan selamat datang tanpa persiapan yang matang menyambutnya.
Ekonomi kreatif diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan dasar jangka pendek dan menengah: (1) relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pasca krisis (rata-rata hanya 4,5% per tahun); (2) masih tingginya pengangguran (9-10%), tingginya tingkat kemiskinan (16-17%), dan (4) rendahnya daya saing industri di Indonesia. Selain permasalahan tersebut, ekonomi kreatif ini juga diharapkan dapat menjawab tantangan seperti isu global warming, pemanfaatan energi yang terbarukan, deforestasi, dan pengurangan emisi karbon, karena arah pengembangan industri kreatif ini akan menuju pola industri ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah produk dan jasa yang berasal dari intelektualitas sumber daya insani yang dimiliki oleh Indonesia, dimana intelektualitas sumber daya insani merupakan sumber daya yang terbarukan.
Kota Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi dan daya saing yang kuat melalui produk-produk industri kreatif terbaiknya. Hal ini karena ditunjang dengan sumber daya manusia inovatif sebagai modal bagi pengembangan perekonomian masyarakat Kota Malang. Produk-produk unggulan terbaik, antara lain kerajinan keramik, bordir, kerajinan mebel, perhiasan (assesoris), kaligrafi, makanan dan lain-lain.
Pengembangan ekonomi kreatif sebagai penguatan perekonomian sektor riil menjadi indikator keberhasilan pembangunan daerah. Bidang perindustrian dan perdagangan, bidang pariwisata merupakan tulang punggung sub sektor industri kreatif yang perlu terus dikembangkan. Sementara itu di sektor jasa dan keuangan peran Pemerintah Daerah Kota Malang sangat dibutuhkan untuk mendukung permodalan usaha dari pelaku ekonomi kreatif tersebut. Sebagai bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri menempati posisi yang strategis. Perkembangan industri ditinjau dari aspek kelembagaan mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kondisi keamanan yang kondusif dan akibat penyederhanaan prosedur perijinan investasi serta upaya merangsang tumbuhnya ekonomi kreatif di masyarakat.
Salah satu alasan dari pengembangan ekonomi kreatif adalah adanya dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, iklim bisnis, peningkatan ekonomi, dan juga berdampak para citra suatu kawasan tersebut. Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif pada kota-kota di Indonesia, industri kreatif lebih berpotensi untuk berkembang pada kota-kota besar atau kota-kota yang telah dikenal seperti Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan. Hal ini terkait juga dengan ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan juga tersedianya jaringan pemasaran yang lebih baik. Salah satu strategi pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan landmark kota atau kegiatan sosial seperti festival sebagai venue untuk mengenalkan produk khas daerah (Susan, 2004). Potensi besar Kota Malang menjadi modal dasar pengembangan ekonomi kreatif dengan melakukan perencanaan, pengembangan serta pembinaan para pelaku usaha/insan kreatif serta memfasilitasi manajemen pemasaran produk kreatif agar memiliki kwalitas, nilai tambah serta harga yang kompetitif di pasaran.
Ekonomi kreatif yang di Kota Malang yaitu mencakup industri-industri kreatif, di berbagai wilayah di Kota Malang, dan diyakini dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerahnya secara signifikan. Berdasarkan kondisi inilah Kota Malang melakukan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Malang. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Malang ini, akan menjadi acuan bagi masing-masing instansi terkait dalam mengembangkan dan memetakan potensi ekonomi kreatif yang berada di Kota Malang. (Guruh K.)

Leave a Reply